Halaman

Sabtu, 03 Desember 2011

TEORI GANGGUAN BERBAHASA


GANGGUAN BERBAHASA

Gangguan berbahasa ini secara garis besar dapat di bagi dua. Pertama, gangguan akibat faktor medis; dan kedua, akibat faktor lingkungan sosial. Yang dimaksud dengan faktor medis adalah gangguan, baik akibat kelainan fungsi otak maupun akibat kelainan alat-alat bicara. Sedangkan yang dimaksud dengan faktor lingkungan sosial adalah lingkungan kehidupan yang tidak alamiah manusia, seperti tersisih atau terisolasi dari lingkungan kehidupan masyarakat manusia yang sewajarnya.
 Secara medis menurut Sidharta (1984) gangguan berbahasa itu dapat dibedakan atas tiga golongan, yaitu (1) gangguan berbicara, (2) gangguan berbahasa, dan (3) gangguan berfikir. Ketiga gangguan itu masih dapat diatasi kalau penderita gangguan itu mempunyai daya dengar yang normal.
1.      Gangguan berbicara
Berbicara merupakan aktivitas motorik yang mengandung modalitas psikis. Oleh karena itu, gangguan berbicara ini dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori. Pertama, gangguan mekanisme berbicara yang berimplikasi pada gangguan organik; kedua, gangguan berbicara psikogenik.
a.      Gangguan mekanisme jiwa
Mekanisme berbicara adalah suatu proses produksi ucapan atau perkataan oleh kegiatan terpadu dari pita suara, lidah, otot-otot yang membentuk rongga mulut serta kerongkongan, dan paru-paru. Maka gangguan berbicara berdasarkan mekanisme ini dapat dirinci menjadi gangguan berbicara akibat kelainan pada paru-paru (pulmonal), pada pita suara (laringal), pada lidah (lingual) , dan pada rongga mulut dan kerongkongan (resonantal).
1)      Gangguan akibat faktor Pulmonal
Gangguan berbicara ini dialami oleh para penderita penyakit paru-paru. Para penderita penyakit paru-paru ini kekuatan bernafasnya sangat kurang, sehingga cara berbicaranya diwarnai oleh nada yang monoton, volume suara yang kecil sekali, dan terputus-putus, meskipun dari segi semantik dan sintaksis tidak ada masalah.
2)      Gangguan akibat faktor Laringal
Gangguan pada pita suara menyebabkan suara yang dihasilkan menjadi serak atau hilang sama sekali. Gangguan berbicara akibat faktor laringal ini ditandai dengan suara yang serak atau hilang tanpa kelainan semantik, dan sintaksis. Artinya dapat dilihat dari segi semantik dan sintaksis ucapanya dapat diterima.
3)      Gangguan akibat faktor Lingual
Lidah yang sariawan atau terluka akan terasa pedih kalau digerakkan, maka untuk mencegah rasa pedih ini maka dalam berbicara gerak lidah dikurangi sesuai dengan kehendak penutur.
4)      Gangguan akibat faktor Resonansi
Gangguan akibat faktor Resonansi ini menyebabkan suara yang dihasilkan menjadi bersengau. Misalnya pada orang sumbing menjadi bersengau atau bindeng.

b.      Gangguan akibat Multifaktoral
Akibat gangguan multifaktoral atau berbagai faktor bisa menyebabkan terjadinya berbagai gangguan berbicara, antara lain sebagai berikut.
1)      Berbicara serampangan
Berbicara serampangan atau sembrono adalah berbicara dengan cepat sekali, dengan artikulasi yang rusak, ditambah dengan menelan sejumlah suku kata, sehingga apa yang diucapkan sukar dipahami.
2)      Berbicara Propulsif
Gangguan berbicara propulsif biasanya terdapat pada para penderita penyakit Parkinson atau kerusakan pada otak yang menyebabkan otot menjadi gemetar, kaku dan lemah. Hal ini akan mempengaruhi proses artikulasi karena elastisitas otot lidah, otot wajah, dan pita suara sebagian besar lenyap.
3)      Berbicara Mutis
Penderita gangguan Mutis ini tidak dapat berbicara sama sekali, bahkan sebagian dari mereka dianggap bisu. Mutisme ini bukan hanya tidak dapat berbicara atau berkomunikasi secara verbal tetapi juga tidak dapat berkomunikasi secara visual maupun isyarat, seperti dengan gerak-gerik dan sebagainya.

c.       Gangguan Psikogenik
Gangguan  berbicara Psikogenik ini sebenarnya tidak bisa disebut sebagai suatu gangguan berbicara karena mungkin lebih tepat jika disebut dengan variasi cara berbicara yang normal tetapi yang merupakan ungkapan dari gangguan dibidang mental.
1)      Berbicara Manja
Disebut berbicara manja karena ada kesan anak melakukannya karena ingin dimanja dapat kepada orangtuanya atau pun kepada sanak famili yang dekat dengan si anak.
2)      Berbicara Kemayu
Berbicara kemayu ini berkaitan dengan perangai kewanitaan yang berlebihan. Yaitu dengan melakukan gerak bibir dan lidah yang menarik perhatian dan lafal yang dilakukan secara ekstra menonjol dan gemah gemulai.
3)      Berbicara Gagap
Gagap adalah berbicara yang kacau karena sering tersendat-sendat, mendadak berhenti, lalu mengulang-ulang suku kata pertama, kata-kata berikutnya, dan setelah berhasil mengucapkan kata-kata itu kalimat dapat diselesaikan.
4)      Berbicara Latah
Latah sering disamakan dengan ekolalla yaitu perbuatan membeo atau menirukan apa yang dikatakan orang lain tetapi sebenarnya latah adalah suatu sindrom yang terdiri dari curah verbal repetitif yang bersifat jorok koprolalla dan gangguan lokomotorik yang dapat dipancing.

2.      Gangguan Berbahasa
Berbahasa berarti berkomunikasi dengan menggunakan suatu bahasa. Untuk dapat berbahasa diperlukan kemampuan mengeluarkan kata-kata. Oleh sebab itu daerah broca dan wernecke harus berfungsi dengan baik, karena kerusakan pada daerah tersebut dan sekitarnya menyebabkan terjadinya gangguan bahasa yang disebut dengan afasia.
a.      Afasia Motorik
Kerusakan pada belahan otak yang dominan yang menyebabkan terjadinya afasia motorik bisa terletak pada lapisan permukaan daerah broca atau pada lapisan di bawah permukaan daerah broca atau juga di daerah otak antara daerah broca dan daerah wernicke.
1)      Afasia Motorik Kortikal
Afasia Motorik kortikal berarti hilangnya kemampuan untuk mengutarakan isi pikiran dengan menggunakan perkataan. Penderita afasia kortikal ini masih bisa mengerti bahasa lisan dan bahasa tulisan. Namun, ekspresi verbal tidak bisa sama sekali, sedangkan ekspresi visual masih bisa dilaukan.
2)      Afasia Motorik Subkortikal
Penderita Afasia Motorik subkortikal adalah orang yang tidak dapat mengeluarkan isi pikirannya dengan menggunakan perkataan tetapi masih bisa mengeluarkan perkataan secara membeo. Selain itu pengertian bahasa verbal dan visual tidak terganggu dan ekspresi visual pun berjalan normal.
3)      Afasia Motorik Transkortikal
Para penderita afasia motorik transkortikal dapat mengutarakan perkataan yang singkat dan tepat, tetapi masih mungkin menggunakan perkataan substitusinya. Misalnya, untuk mengatakan `pensil` sebagai jawaban atas pertanyaan `Barang yang saya pegang ini apa namanya? ` dia tidak mampu mengeluarkan perkataan itu. Namun, mampu untuk mengeluarkan parkataan `itu, tu, tu, untuk menulis. ` afasia jenis ini juga sering disebut dengan afasia nominatif.

b.      Afasia Sensorik
Penyebab afasia sensorik ini adalah akibat adanya kerusakan pada lesikortikal di daerah wernicne pada hemisferium yang dominan. Kerusakan di daerah ini tidak hanya menyebabkan pengertian dari apa yang didengarnya terganggu, tetapi pengertian dari apa saja yang dilihatnya pun ikut terganggu. Namun, ia masih memiliki curah verbal meskipun hal itu tidak dapat dipahami oleh dirinya sendiri meupun orang lain. Curah verbalnya itu merupakan bahasa baru yang tidak dapat dipahami oleh siapa pun. Curah verbalnya itu terdiri dari kata-kata, ada yang mirip, ada yang tepat dengan perkataan suatu bahasa, tetapi kebanyakan tidak sama atau sesuai dengan perkataan bahasa pun.
Neologismenya itu diucapkannya dengan irama,nada, dan melodi yang sesuai dengan bahasa asing yang ada. Sikap mereka pun wajar-wajar saja seakan-akan dia berdialog dalam bahasa yang saling dimengerti. Dia bersikap biasa, tidak tegang, marah, atau depresif. Sesungguhnya apa yang diucapkannya maupun apa yang didengarnya keduanya sama sekali tidak dapat dipahami.

3.      Gangguan Berfikir
Ekspresi verbal yang terganggu bersumber atau disebabkan oleh pikiran yang terganggu. Gangguan ekspresi verbal sebagai akibat dari gangguan pikiran dapat berupa hal-hal berikut.
a.      Pikun (Demensia)
Kepikunan atau dimensia adalah suatu penurunan fungsi memori atau daya ingat dan daya pikir lainnya yang dari hari ke hari semakin buruk. Gangguan kognitif ini meliputi terganggunya ingatan jangka pendek, kekaliruan mengenali tempat, orang dan waktu. Juga gangguan kelancaran berbicara. Penyebab pikun ini antara lain karena terganggunya fungsi otak dalam jumlah besar, termasuk menurunnya jumlah zat-zat kimia dalam otak.
b.       Sisofrenik
Sisofrenik adalah gangguan berbahasa akibat gangguan berfikir. Dulu para penderita sisofrenik juga disebut dengan schizophrenik word salad. Para penderita ini dapat mengucapkan word salad ini dengan lancar dengan volume yang cukup ataupun lemah sekali. Curah verbalnya penuh dengan kata-kata neologisme. Irama serta intonasinya menghasilkan curah verbal yang melodis. Seorang penderita sisofrenia dapat berbicara terus-menerus. Ocehannya hanya merupakan ulangan curah verbal semula dengan tambahan sedikit. Gaya bahasa sisofren dapat dibedakan dalam beberapa tahap dan menurut berbagai kriteria, yang utama adalah diferensia dalam gaya bahasa sisofrenia halusinasi dan pascahalusinasi.
c.       Depresif
Orang yang tertekan jiwanya memproyeksi penderitaanya pada gaya bahasanya dan makna curah verbalnya. Volume curah verbalnya lemah lembut dan kelancarannya terputus-putus oleh interval yang cukup panjang. Namun, arah arus pikiran tidak terganggu. Kelancaran bicaranya terputus oleh tarikan nafas dalam, serta pelepasan nafas keluar yang panjang. Perangai emosional yang terasosiasi dengan depresi itu adalah universal. Curah verbal yang depresif dicoraki oleh topik yang menyedihkan, menyalahi dan mengutuk diri sendiri, kehilangan gairah bekerja dan gairah hidup, tidak mampu menikmati kehidupan. Malah cenderung mengakhirinya.

4.      Gangguan lingkungan sosial
Yang dimaksud dengan akibat faktor lingkungan adalah terasingnya seorang anak manusia yang aspek biologis bahasanya normal dari lingkungan kehidupan manusia. Keterasingan ini dapat disebabkan oleh perlauan dengan sengaja maupun yang tidak sengaja. Seorang anak terasing menjadi tidak dapat berkomunikasi dengan orang disekitarnya atau dengan manusia karena dia tidak pernah mendengar suara ujaran manusia. Jadi, anak terasing karena tidak ada orang yang mengajak dan diajak berbicara, tidak mungkin dapat berbahasa. Karena dia sama sekali terasing dari kehidupan sosial masyarakat maka dengan cepat ia menjadi sama sekali tidak dapat berbahasa. Otaknya menjadi tidak lagi berfungsi secara manusiawi karena tidak ada yang membuatnya atau memungkinkannya berfungsi demikian. Maka sebenarnya anak aterasing yang tidak punya kontak dengan manusia bukan lagi manusia sebab pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial. Meskipun bentuk badannya adalah manusia tetapi dia tidak bermartabat sebagai manusia. Otaknya tidak berkembang sepenuhnya, tidak dapt berfungsi dalam masyarakat manusia, dan akhirnya menjadi tidak mampu sebagai manusia setelah beberapa tahun. Anak terasing tidak sama dengan anak primitif, sebab orang primitif masih hidup dalam suatu masyarakat. Meskipun taraf kebudayaannya sangat rendah, tetapi tetap dalam suatu lingkungan sosial. Kanak-kanak mempunyai segala kemungkinan untuk menjadi manusia hanya selama masa kanak-kanak selepas umur tujuh tahun anak itu tidak dapat dididik untuk mempelajari kebudayaan yang lebih tinggi.

Jumat, 02 Desember 2011

HEPATITIS A


Apakah hepatitis A itu?
Hepatitis A adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A.
Bagaimana Anda dapat terinfeksi virus hepatitis A?
Penularan Virus hepatitis A melalui kontak manusia terjadi apabila anda memasukkan ke dalam mulut anda sesuatu yang telah dicemari tinja seorang pengidap hepatitis A. Ini dapat terjadi bila Anda minum air atau makan makanan yang telah terkontaminasi oleh tinja seorang yang terinfeksi virus. Sebab itu, virus tersebut mudah tersebar di daerah yang tidak bersih, atau di mana kebersihan pribadi tidak dijaga.
Apa tanda dan gejala-gejala penyakit hepatitis A?
Tidak semua penderita yang terinfeksi oleh virus tersebut menunjukkan tanda atau gejala. Gejala-gejala lebih sering dimiliki orang dewasa dari pada anak-anak. Jika ada, gejala biasanya muncul secara tibatiba,
misalnya berupa demam, rasa letih  hilang nafsu makan, rasa mual, perut tidak nyaman, air seni berwarna tua, warna kekuningan pada mata dan kulit. Gejala biasanya berlangsung kurang dari 2 bulan;sebagian orang dapat menderita sampai 6 bulan. Masa inkubasi hepatitis A rata-rata 28 hari (rentang: 15-50 hari)
Bagaimana Anda tahu kalau Anda terkena hepatitis A?
Test darah (IgM anti-HAV) diperlukan untuk mendiagnosa hepatitis A. Berbicaralah kepada pekerjakesehatan bila Anda menyangka Anda telah terkena virus hepatitis A.
Bagaimana cara mencegah hepatitis A?Sering cuci tangan, terutama setelah ke kamar kecil, sebelum makan, dan setelah mengganti popok bayi.
Jangan minum air dari sumber yang belum dinyatakan bersih, dan masak atau cuci sampai bersihmakanan sebelum dimakan.
Dua produk dapat dipakai untuk mencegah infeksi hepatitis A: Imunoglobulin dan vaksin hepatitis A.Imunoglobulin memberikan perlindungan segera terhadap infeksi, tetapi hanya ampuh selama 3 bulan.Vaksin hepatitis A memerlukan waktu 2 minggu untuk mulai bekerja, tetapi perlindungan yang diberikanakan tetap ampuh sampai 20 tahun. Tanyakan kepada pekerja kesehatan Anda, apakah kedua produk inicocok untuk Anda.

ISTIRAHAT DAN MAKAN SEIMBANG
Hepatitis tipe apa pun yang diidap, mensyaratkan penderitanya untuk beristirahat cukup dan berobat secara teratur. Penderita juga dianjurkan melakukan diet dengan gizi seimbang. Makanan berkarbohidrat tinggi, berprotein atau berlemak tinggi memang tidak dilarang secara khusus, tapi hendaknya dibatasi. Demikian juga garam. Pengurangan konsumsi garam dimaksudkan untuk mencegah akumulasi cairan dalam rongga peritoneal serta mencegah pembengkakan pergelangan kaki. Penderita juga tidak dilarang mengkonsumsi suplemen vitamin dan mineral sepanjang belum terjadi kerusakan hati. Untuk mengkonsumsi obat apa pun dan melakukan olahraga, hendaknya dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter.
Sementara penderita sirosis hati perlu melakukan disiplin ketat dari segi makanan, pengontrolan penyakit, maupun kegiatan sehari-hari. Olahraga yang disarankan hanya sebatas jalan kaki. Dengan disiplin ketat ini diharapkan keadaan hati akan membaik.
Penularan virus hepatitis huruf mana pun memang sulit dielakkan. Sebab itu, pemeriksaan darah di lab secara periodik tidak ada salahnya dilakukan agar virus yang diam-diam nyelonong cepat diketahui sedini mungkin. Penyakit bukan untuk ditakuti tapi sedapat mungkin dicegah. Dengan hidup teratur dan higienis, makan makanan seimbang, mudah-mudahan daya tahan tubuh mampu menendang datangnya virus-virus bandel ini!
Seringkali infeksi hepatitis A pada anak-anak tidak menimbulkan gejala, sedangkan pada orang dewasa menyebabkan gejala mirip flu, rasa lelah, demam, diare, mual, nyeri perut, mata kuning dan hilangnya nafsu makan. Gejala hilang sama sekali setelah 6-12 minggu. Orang yang terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut. Berbeda dengan hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak berlanjut ke hepatitis kronik. Masa inkubasi 30 hari. Penularan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feces pasien, misalnya makan buah-buahan, sayur yang tidak dimasak atau makan kerang yang setengah matang. Minum dengan es batu yang prosesnya terkontaminasi. Saat ini sudah ada vaksin hepatitis A, memberikan kekebalan selama 4 minggu setelah suntikan pertama, untuk kekebalan yang panjang diperlukan suntikan vaksin beberapa kali. Pecandu narkotika dan hubungan seks anal, termasuk homoseks merupakan risiko tinggi tertular hepatitis A.

LOWONGAN KERJA PT. KERETA API INDONESIA (Persero) ex: 05 Desember 2011


Lowongan D3 & S1
Profil + Semua Lowongan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) - Lowongan Seluruh Indonesia - Tanggal 30 Nov 2011 
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa transportasi terbesar di Indonesia, yang mengutamakan profesionalisme dan kinerja,  memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik Indonesia untuk berkarier dan membangun perusahaan dengan kebutuhan dan kualifikasi sebagai berikut :

Kriteria Pelamar :
a
Warga Negara Indonesia (WNI).
b
Jenis kelamin : pria dan wanita
c
Usia :

Tingkat Sarjana (S1)  setinggi-tingginya  35 tahun per 30 November 2011

Tingkat Diploma  (D3) setinggi-tingginya 30 tahun per 30  November 2011
d
Lulusan perguruan tinggi negeri/swasta yang terakreditasi “A” (pada tanggal kelulusan) sesuai dengan kualifikasi/jurusan yang dibutuhkan dengan IPK serendah-rendahnya 2,95.
e
Tinggi Badan untuk Wanita serendah-rendahnya 155 cm dan untuk Pria serendah-rendahnya 160 cm dengan berat badan seimbang/ideal.
f
Berbadan sehat dan tidak buta warna.
g
Berkelakuan baik
h
Tidak pernah terlibat narkoba dan/atau psikotropika
i
Tidak bertato baik pria maupun wanita
j
Khusus pria tidak bertindik
k
Tidak ada ikatan kerja langsung dengan instansi lain termasuk dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
l
Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

Persyaratan  umum lamaran :
Surat lamaran ditandatangani diatas materai Rp.6.000,00 (enam ribu rupiah) dengan melampirkan :
a
Fotocopy ijazah terakhir yang telah dilegalisir
b
Fotocopy transkrip nilai yang telah dilegalisir
c
Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku
d
Pas foto berwarna terbaru ukuran 4 X 6 cm, sebanyak 4 (empat) buah (diberi nama)
e
Fotocopy Sertifikat Akreditasi pada tanggal kelulusan dari BAN PT dan dilegalisir oleh universitas/fakultas
f
Surat Keterangan Sehat dari Dokter
g
Surat keterangan bebas narkoba dari instansi yang berwenang (diserahkan pada saat wawancara/seleksi tahap akhir)
h
Surat Keterangan Kelakuan Baik dari Kepolisian yang masih berlaku
i
Surat pernyataan tidak ada ikatan kerja langsung dengan instansi lain termasuk dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero).
j
Surat Pernyataan Bersedia di tempatkan diseluruh wilayah PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bermaterai Rp. 6.000,00
k
Curiculum Vitae, mencantumkan pengalaman bekerja, sertifikat (keahlian/ kejuruan), Ijasah tertinggi yang dimiliki bila ada

Persyaratan khusus :
a
Akuntansi S1

Diutamakan memiliki sertifikat Register Akuntan (Lulus PPAk)
b
Akuntansi D3

Diutamakan memiliki Brevet A dan B
c
Kedokteran Umum

Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dari Konsil Kedokteran Indonesia

Prosedu r melamar :
a
Pelamar harus mengisi/entry data pada Formulir lamaran kerja yang tersedia melalui  Website : www.kereta-api.co.id
b
Formulir yang telah diisi tersebut dicetak oleh pelamar dan beserta persyaratannya dimasukkan dalam amplop cokelat tertutup dengan  mencantumkan TINGKAT PENDIDIKAN dan PROGRAM STUDI di sudut kiri atas (contoh : S1 / EKONOMI AKUNTANSI) dan mencantumkan NOMOR REGISTER yang di cetak dari website: www.kereta-api.co.id disudut kanan atas, dikirim melalui pos paling lambat tanggal  5 Desember 2011 dengan alamat :
MANAGING DIRECTOR OF HUMAN CAPITAL
UP. EVP PERSONNEL CARE AND CONTROL PO BOX 1240 Bandung 40000

Tahapan Selesksi
a
Tahap I 
:
Seleksi Administrasi
b
Tahap II
:
Tes Psikologi
c
Tahap III 
:
Tes Kesehatan
d
Tahap IV
:
Wawancara.

Pendidik an Yang Dibutuhkan
NO
PENDIDIKAN STRATA 1 (S1)
 NO
  PENDIDIKAN DIPLOMA III (D3)
1.
TEKNIK MESIN
1.
D.3  TEKNIK MESIN
2.
TEKNIK SIPIL
2.
D.3  TEKNIK  SIPIL
3.
TEKNIK ARSITEKTUR
3.
D.3  ARSITEKTUR
4.
TEKNIK ELEKTRO
4.
D.3  TEKNIK GEODESI
5.
TEKNIK INDUSTRI
5.
D.3  TEKNIK ELEKTRO
6.
INFORMATIKA/KOMPUTER
6.
D.3  INFORMATIKA
 7.
TEKNIK GEODESI
7.
D.3  DESAIN GRAFIS
 8.
METALURGI
8.
D.3  EKONOMI
 9.
EKONOMI

a. Akuntansi

a. Akuntansi

b. Manajemen

b. Manajemen
9.
D.3  STATISTIK
10.
KEDOKTERAN UMUM
10.
D.3  PROGRAMER
11.
HUKUM
11.
D.3  PARIWISATA
12.
STATISTIK
12.
D.3  PAJAK
13.
PSIKOLOGI
13.
D.3  PERHOTELAN
14.
KOMUNIKASI

a. Tata Boga

a. Kehumasan

b. House Keeping

b. Jurnalistik

c. Front Office/Tour
15.
LOGISTIK
14.
D.3  TEKNIK PERKERETAAPIAN
16.
PENDIDIKAN Jurusan Kurikulum
15.
D.3  LOGISTIK


16.
D.3  KURIKULUM

Ketentuan lainnya :
a.
Pelamar yang dipanggil untuk mengikuti seleksi, hanya pelamar yang memenuhi persyaratan administratif serta sesuai sortlist dan akan diumumkan pada tanggal 16 Desember 2011 melalui website : www.kereta-api.co.id
b
Pengumuman/pemanggilan peserta yang akan mengikuti proses seleksi, dapat diakses di website : www.kereta-api.co.id dan tidak dilakukan surat menyurat
c
Setiap pelaksanaan seleksi, peserta wajib membawa kartu tanda peserta yang disiapkan oleh panitia
d
Lamaran yang sudah dikirim tidak dikembalikan
e
Lamaran yang pernah dikirim ke PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebelum pemberitahuan ini dinyatakan tidak berlaku.
f
Dalam proses seleksi ini tidak dipungut biaya apapun dan dihimbau untuk mengabaikan pihak-pihak yang menjanjikan dapat membantu kelulusan
g
Dalam proses seleksi ini berlaku sistem gugur dan keputusan panitia tidak dapat diganggu gugat.